ALLAHUAKBAR......Tuhan Yang mengatur segala kejadian alam dan Maha mentadbir segalanya

Nabi Yaakub adalah putra Nabi Ishak dan cucu Nabi Ibrahim. Ia dikenal juga dengan nama Isra’il, sehingga anak keturunannya disebut Bani Isra’il.

Suatu hari, Malaikat Maut datang mengunjungi Nabi Yakub. Melihat kedatangan malaikat itu, Nabi Yaakub bertanya, “Wahai Malaikat Maut, engkau datang untuk mencabut nyawaku atau hanya sekedar berkunjung?”

“Aku datang hanya untuk berkunjung saja,” jawab Malaikat Maut.

“Baiklah kalau begitu,” kata Nabi Yaakub. Dalam percakapan selanjutnya, Nabi Yaakub bertanya pada Malaikat Maut, “Bolehkah aku memohon satu permintaan kepadamu?”

“Apa permintaanmu, wahai Nabi Allah?”

“Jika sudah tiba waktunya nanti, ketika engkau telah diutus untuk mencabut nyawaku, tolong berilah tanda kepadaku sebelumnya.”

“Baiklah,” jawab Malaikat Maut menyanggupi permintaan Nabi Yaakub.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun. Malaikat Maut datang kembali dan bertemu Nabi Yaakub. Seperti biasa, Nabi Yaakub bertanya, “Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku atau sekedar berkunjung?”

“Kali ini aku diutus untuk mencabut nyawamu.”

“Bukankah engkau telah berjanji untuk memberi tanda sebelum saat ini terjadi?” kata Nabi Yaakub.

“Benar, dan aku telah melakukan itu. Hanya saja kamu tidak menyedarinya. Aku telah pun mengirim utusan kepadamu.

Kita hanya mampu merancang tetapi Allah S.W.T yang mengatur semua kejadian alam ciptaan-Nya samada ianya bersesuai mahupun tidak dengan umat-Nya.

Jadi, tunduk dan patuhlah kepada Allah S.W.T kerana kebaikan dan keberkatan dijanjikan kepada mereka yang bermala soleh serta patuh terhadap suruhan-Nya.

Advertisements